Bisnis Followers di Twitter

MENDENGAR kata followers (pengikut) berarti identik dengan mainan kicauan mikroblog Twitter. Situs yang kini masih menjadi konsumsi penikmat gadget atausmartphone masih terus bertahan ditengah derasnya arus informasi yang ada.

Beberapa waktu lalu, saya menyempatkan diri untuk menganalisa secara kecil-kecilan tentang (bisnis) jual beli followers ini, beberapa keganjilan memang kerap bisa kita jumpai.

Walaupun belum mengecek secara rinci ketentuan dari layanan Twitter tentang jumlah pengikut dan mengikut ini, tetapi setidaknya pihak ‘kicauan’ ini tetap menambal dengan aturan bahwa dalam batas tertentu kita tidak bisa memperoleh pengikut dengan jumlah tertentu atau sebaliknya.

Uniknya, dalam salah satu tulisan Lentera Merah mengupas hal tersebut seperti yang saya kutipkan berikut ini.

  1. Batas pesan langsung (DM): Maksimal 250 dalam satu hari.
  2. Batas tweets update: Maksimal 1000 kali dalam sehari (diperkecil & dibagi dalam setiap setengah jam 1000 : 48 = 20 tweets per setengah jam).
  3. Batas mengganti email: Maksimal 4 kali dalam satu jam.
  4. Batas mengikuti (following): 2000 orang

Terkait poin 4 di atas, berikut penjelasannya yang terbagi dalam dua tahap, pertama: batas dalam mengikuti seseorang (following) people di twitter maksimal adalah 2000 orang, secara teknis, jika kita telah mencapai batas tersebut maka kita tidak akan diijinkan lagi untuk memfollow pengguna twitter lain sebelum jumlah follower akun yang kita miliki mencapai angka 2000.

Sedangkan pada tahap kedua, setelah followers yang kita miliki mencapai angka 2000, kita dapat melanjutkan melakukan aktivitas following people lagi hingga tak terbatas jumlahnya. Namun perlu diketahui, ada aturan main baru pada tahap ini.

Twitter sengaja secara resmi tidak merilis perhitungan batas maksimal dalam following people pada tahap kedua ini. Namun beberapa orang telah berhasil menemukan rumus batas tersebut melalui persentase perhitungan sebagai berikut: [Follower x 10% = F1] | [F1 + Follower = (Batas mengikuti)]

Bicara Bisnis Kicauan

Siapa yang tidak tergiur dengan jumlah followers yang banyak, terlebih jika akun tersebut bergerak dalam bidang-bidang tertentu baik itu akun perorangan, publik, komunitas/kelompok, bahkan sekalipun partai politik.

Memang bisnis jual beli followers ini kerap juga dengan penipuan, masalah harga terbilang murah apalagi untuk wilayah Indonesia.  Harga layanan termurah di Indonesia untuk bisnis ini dengan 5 ribu rupiah dan mahalnya itu tanpa batas.

Banyak sekali penyedia jual beli followers ini dengan memberikan garansi uang kembali dan lainnya jika tidak terpenuhi keinginan klien. Bahkan, beberapa waktu lalu saya sempat menyaksikan perseturuan akun publik yang membawakan nama daerah mengadukan si penyedia jual beli followers ke Polisi terkait hal penipuan yang dijanjikannya. :lol:

Namun, dibalik itu semua masih banyak hal lain yang terkesan Twitter (belum) mampu menjangkaunya. Berbagai celah yang saya dapat dari Twitter, aksi spam lewat DM/Inbox yang melanda pengguna, automating following/unfollow,hacked (diretas), aplikasi pihak ketiga dan masih banyak lainnya juga belum sepenuhnya ditangani oleh situs yang lahir sejak Twitter dan yang paling utama kehati-hatian pengguna yang sering tidak mau tahu.

Ini hanya pengantar saja, dilain kali dan kesempatan nanti akan saya coba rincikan sedikit ‘celah-celah’ apa sih yang sebenarnya harus diwaspadai oleh pengguna 140 karakter ini (sebelum dipotong 120 karakter).

Atau bagi Anda yang tertarik dengan bisnis seperti di atas ada yang mau mencoba? bisa-bisa saja. Apakah itu punya kode etik? tentu saja ada, bergelut di situs jejaring sosial, tentu dampak sosial juga akan ada.[]