Sistem Telekomunikasi di Indonesia Perlu Visi Jangka Panjang

INDONESIA kelak akan menjadi negara besar yang akan diperhitungkan dunia. Namun tantangan dan realitas telekomunikasi nasional sejauh ini belum disesuaikan. Dalam persaingan internasional, negara dengan sistem telekomunikasi yang belum maju akan tertinggal.

Hal itu dikatakan, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring saat meresmikan pembukaan ajang Indonesia Celular Show (ICS) 2013 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (12/6).

“Jadi kita perlu visi jangka panjang. Visi telekomunikasi Indonesia harus long term. Selama ini, rumusan yang dibahas masih stationary. Padahal dengan kemajuan telekomunikasi saat ini, penggunaan perangkat telekomunkasi mobile bisa menurunkan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) atau mengurangi kepadatan transportasi,” paparnya.

Tifatul menjelaskan penggunaan perangkat telekomunikasi bergerak mendorong orang untuk hidup praktis. Mereka tidak perlu melakukan aktivitas bepergian sepanjang masih dapat melakukan aktivitas lewat dunia maya. Dari sisi lain, lingkungan hidup makin terjaga karena banyak korespondensi dapat dilakukan tanpa kertas. Secara tidak langsung, penggunaan BBM bisa dihemat karena orang bisa melakukan pertemuan dengan teleconference.

“Bangsa kita harus diajak berpikir jangka panjang, tapi jangan hanya jago kandang. Saat ini, telekomunikasi memberikan kontribusi hingga lebih dari 10 persen pada ekonomi nasional. Dalam parameter ini, konten telekomunikasi menjadi suatu rasio. Ini ajang kreativitas. Sebut saja, dari application store yang ada di perangkat bergerak, berapa banyak yang dibuat putra bangsa? Hal-hal seperti inilah yang dapat mengangkat bangsa kita sehingga tidak kalah dari bangsa-bangsa lain,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi penyelenggara Telekomunikasi Indonesia (ATSI) Alex J Sinaga mengatakan pengguna telekomunikasi mobile sudah mencapai lebih dari 250 juta. Pertumbuhan kapasitas broadband bahkan mencapai 100 persen. Hal itu sekaligus menunjukkan tekomunikasi sudah menjadi aktivitas sehari-hari.

“Dengan penyelengaraan ICS ke-10 ini, ATSI mengajak para penyelenggara telekomunikasi untuk lebih percaya diri dalam membangun bangsa. Telekomunkasi sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia,” ujarnya. | www.suarapembaruan.com

  • ferry lazzuardo

    Jangan berhenti untuk terus berkarya, semoga kesuksesan senantiasa menyertai kita semua.

    keep update!Harga honda Brio 2014