Inovasi Produk Makanan pada Kue

MERANCANG sebuah inovasi bukan sesuatu yang cukup mudah. Tapi jadi lain hal ketika inovasi bersumber dari hobi atau kesukaan. Jurus cukup jitu ini biasanya digunakan oleh para wirausaha pemula. Mereka biasanya memulai inovasi dari sesuatu yang menarik perhatiannya. Seperti yang terjadi pada Putu Prita Ananda Giri (21 tahun), founder dari Natural Cake.

Kesukaannya membuat kue berujung pada bisnis yang sekarang digelutinya. Natural Cake yang ditawarkan Putu berbahankan produk lokal asal daerah tinggalnya, Bali. “Kuenya menggunakan buah-buahan yang banyak sekali di Bali, terutama strawberi,” kata dia. Potensi dari daerah tinggal dipadukan dengan hobi personal adalah ramuan Putu merintis usahanya yang sekarang sudah menginjak usia satu setengah tahun.

Mahasiswa dari Sekolah Tinggi Pariwisata Internasional Bali ini saat ini menggunakan strategi pemasaran secara online untuk area diluar Bali. Sementara toko atau outlet kuenya berada di Lukluk Badung Bali. Berkat kesukaannya ini, dalam satu bulan ia bisa meraup omset hingga 130 juta. “Diawal masih sedikit tapi seiring waktu, keuntungan selalu bertambah,” katanya.

Sama seperti Natural Cake, brand kue singkong Nyonya Alisha juga menggunakan formula tersebut. Co Founder Nyonya Alisha, Angga Kusnan Qodafi (24 tahun) mengatakan bahan baku singkong sangat berlimpah di tempat asal produk, Bandung Jawa Barat. Meski umbi satu ini asalnya dari belahan bumi di Afrika, namun singkong saat ini sudah melekat menjadi ciri khas dari tanah Indonesia.

Kue dari tepung mocaf atau tepung singkong menjadi andalan mereka. Produk ini tidak dicampur sedikit pun dengan tepung terigu atau tepung lain. Diakui Angga, mengolah tepung mocaf menjadi kue yang enak dan empuk bukanlah hal mudah. “Perlu riset panjang, berkali-kali percobaan, berkali-kali gagal, hasil kue bau, bantat dan sangat keras itu dilalui semua hingga akhirnya ketemu resep yang tepat,” kata Angga.

Menurutnya, di situlah letak inovasi. Bahan baku tepung mocaf ia dapatkan dari dalam negeri. Seperti Bogor, Cilacap, Bandung juga Trenggalek. “Sayang sekali jika hasil petani lokal ini tidak dimanfaatkan, padahal jumlahnya sangat berlimpah,” katanya.

Dibandingkan dengan menggunakan tepung terigu yang merupakan hasil impor, penggunaan tepung mocaf akan mengayakan kearifan lokal. Angga dan kawan-kawan foundernya mengatakan selanjutnya akan berbisnis untuk pengadaan tepung mocaf juga. Selain kearifan lokal, faktor kesehatan juga menjadi alasan Prita meracik kuenya sedemikian rupa. Ia tak menaburkan pengawet, pewarna sintetik dan gula terlalu banyak sehingga produknya sehat untuk dikonsumsi. |republika