Bandung Ingin Perkenalkan Smart City

ridwan-kamilADA yang menarik di sejumlah sosial media terkait kepulungan dari Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil (RK) yang sempat berkeliling Belanda, Prancis, dan Jerman selama sepekan beberapa waktu lalu untuk menjajaki berbagai kerjasama dengan berbagai pihak.

Tentunya hal yang menarik di sosial media itu, berhubungan dengan salah satu aksi tweet war?yang kerap dilakukan oleh artis FA yang kerap mengkritik RK di linimassa, tidak tanggung-tanggung, sejumlah pembicaraan di forum pun akhirnya mulai terekspos hasil apa yang dibawa RK dari jalan-jalan ke Eropa untuk penataan Kota Bandung.

“Selama seminggu saya rapat kerja di sana dengan 11 lembaga. Pada dasarnya, yang utama itu misinya mengejar dana-dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan dunia,” kata RK di Balai Kota Bandung, Senin (20/1/2014).

RK pun mengurutkan sejumlah pertemuannya dengan pihak-pihak disana, mulai dari perusahaan air minum Viten Evides (PDAM, -red) Belanda, konsultan serta ide-ide menarik lainnya yang akhirnya akan mendatang dana hibah untuk Kota Bandung.

“Yang utama itu tandatangan MoU hibah, sudah dilakukan, nilainya sedang dikoordinasikan dari 5 sampai 10 juta untuk urusan air di Kota Bandung. MoU itu akan dilanjutkan pada 30 Januari 2014 mendatang di Bandung,” ungkapnya.

Di bidang konsultan internasional, RK melirik perusahaan Price Waterhouse Coopers (PWC) yang nantinya akan menjadi?agen untuk mencari dana-dana CSR perusahaan dunia.?“CSR ini kita tidak akan menunggu (diberi), tapi kita proaktif dengan cara internasional seperti itu,” tuturnya.

Bersama pemerintahan Amsterdam, Belanda, pihaknya akan bekerjasama dibidang smart city. Pemerintah Kota Bandung mendapat pinjaman senilai Rp 1,7 miliar untuk efektivikasi jalur Padalarang-Cicalengka.

“Amsterdam ini kota yang paling kuat urusan smart city-nya. Delegasinya nanti akan datang ke Bandung untuk mem-follow up hasil pertemuan di sana,” paparnya.

Untuk kerja sama ini, Pemerintah Kota Bandung sudah bertemu dengan konsultan dari Prancis yang menitipkan terciptanya Bandung Sky Walk.?Di Prancis, tepatnya di Paris, RK menjajaki kerjasama sister city. Bulan September tim dari Prancis akan datang untuk memulai proses kerjasama sister city tersebut.

Sedangkan di Jerman, RK melakukan pertemuan dengan perusahaan pabrik monorel HBAHN. Perusahaan itu menawarkan sistem monorel gantung dengan rel di atas, bukan di bawah monorel.?Menurut dia, bentuk monorel seperti itu cocok untuk kondisi Bandung yang minim area. Dia menambahkan, Dinas Perhubungan Kota Bandung sedang menyiapkan dokumen lelang monorel terkait investor dalam waktu dua bulan.

“Keuntungannya dia strukturnya lebih ringan sehingga cocok untuk Kota Bandung yang tipis-tipis jalannya,” pungkas RK.