Terbatasnya Informasi Pasar Jadi Penghambat Wirausaha Baru

Kemenparekraf Harry Waluyo

Kemenparekraf Harry WaluyoKETERBATASAN informasi pasar menjadi salah satu hambatan serius dalam mendorong pengembangan wirausaha baru di bidang media, desain, serta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), kata seorang pejabat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

“Masalah wirausaha baru di bidang media, desain, dan iptek salah satunya adalah keterbatasan informasi pasar,” kata Direktur Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain, dan Iptek Kemenparekraf Harry Waluyo di Jakarta, Sabtu (1/2/2014).

Ia mengatakan, keterbatasan info pasar itu kerap kali diperparah dengan berbagai hal lain, berupa keberbatasan dalam melakukan bisnis.

Harry mencontohkan, keterbatasan modal awal dan modal operasional yang memperparah keadaan menjadi faktor pendorong kegagalan berwirausaha.

“Itu masih ditambah dengan keterbatasan start up dalam hal teknologi,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya menawarkan solusi inkubator bisnis yang selama ini dianggap sebagai kontributor terhebat pada ekosistem wirausaha yang menjadi dasar dari dinamika ekonomi saat ini.

“Kami yakin inkubator bisnis bisa memberikan solusi,” katanya.

Program inkubator bisnis yang diterapkan kementeriannya meliputi program pendampingan dan konsultasi oleh mentor dalam hal bisnis, legal, dan teknologi.

Selain itu membantu perluasan akses permodalan melalui venture capital, angel investor, perbankan, dan lembaga linkage.

Dari sisi perluasan pasar, difasilitasi akses pasar dan temu bisnis.

“Sementara dukungan teknis berupa sarana dan prasarana wirausaha baru atau tenant dan pengunjung,” kata Harry Waluyo.

Untuk implementasi tahun ini, akan dilaksanakan perekrutan calon tenant atau wirausaha baru, kemudian menyeleksinya, dan menyusun perjanjian kontrak program inkubasi bisnis. | Antara