Sandungan BlackBerry di Indonesia

BlackBerry JakartaPENDAPAT yang mengatakan Blackberry masih menjadi raja smartphone di Indonesia bisa jadi keliru. Sebab, saat ini pamornya mulai tergeser oleh ponsel berbasis Android yang murah tapi cukup canggih. Kondisi ini mungkin menjadi sandungan pada rencana investasi Blackberry dan pemasok komponen elektroniknya, Foxconn Technology Group.

Adalah lembaga riset IDC yang mengatakan pamor Blackberry di Indonesia mulai pudar. Penelitian lembaga itu menyebutkan pada 2011 BlackBerry mengisi 43 persen pasar smartphone di Indonesia. Aplikasi chatting BlackBerry Messenger menjadi jualan utama yang mendongkrak citra Blackberry di mata konsumen.

Namun pada 2013 IDC mengatakan pangsa pasar Blacberry anjlok menjadi 14 persen. Konsumen beralih menggunakan ponsel pesaing, terutama yang berbasis Android. Kini, pangsa pasar Android di Indonesia naik menjadi 81 persen. Akibatnya, pendapatan BlackBerry dari kawasan Asia Pasifik turun dari US$ 518 juta menjadi US$ 169 juta pada kuartal akhir 2013.

Di Indonesia, aplikasi WhatsApp kini menjadi lebih populer dari Blackberry Messenger. Survei OnDevice Research asal London mengatakan 43 persen responden asal Indonesia menggunakan WhatsApp dan hanya 37 persen yang masih memakai Blackberry Messenger.

“Dalam dua tahun terakhir, BlackBerry sulit menembus pengguna telepon yang lebih dewasa,” kata Direktur IDC Indonesia, Sudev Bangah.

Padahal dalam waktu dekat Blackberry akan meluncurkan perangkat pertama hasil kolaborasi dengan Foxconn yang akan dirakit khusus di Indonesia. Peranti berkode Blackberry Jakarta ini tadinya diharapkan untuk membendung serangan ponsel Android.

Sayang, Blackberry Jakarta mungkin sudah kalah sebelum berlaga. | Peppy Ramadhyaz