Juni Ini, Sabang Fair Festival 2014 Akan Digelar

Sekda Kota SabangPEMERINTAH Kota Sabang akan menggelar Sabang Fair Festival 2014 untuk menjaring kunjungan wisatawan pada 18-24 Juni mendatang dengan berbagai kegiatan pameran industri kreatif, festival seni dan budaya serta berbagai kegiatan lainnya. Hal tersebut diungkapakn oleh Sekda Kota Sabang, Sofyan Adam beberapa waktu lalu.

“Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sabang tahun lalu sekitar 7000 orang, sementara untuk wisatawan nusantara mencapai 450.000 orang. Sebagai destinasi wisata nasional maka kami berharap Sabang Fair dapat meningkatkan kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun luar negri,” ungkapnya, Sabtu (19/4/2014) lalu di Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Kegiatan ini, ujarnya, mendapat dukungan dari pemerintah pusat (Kemenparekraf) oleh karena itu pihaknya telah melakukan rapat kordinasi di Jakarta, pekan lalu, dengan didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Sabang, Zulfi Purnawati dan Reza Pahlevi, Kadisbupar Provinsi Aceh.

“Meski acara berlangsung mulai 14-24 Juni tetapi sudah banyak aktivitas menarik karena pemkot dan masyarakat menggelar berbagai event sambut ulang tahun kota Sabang yang ke 49,” jelasnya.

Kegiatan Sabang Fair ini akan melibatkan peserta dari 23 kabupaten dan kota, karena masing-masing daerah di Aceh telah memiliki anjungan yang dibangun permanen. Melalui kegiatan Sabang Fair Sofyan Adam yakin dapat meningkatkan arus kunjungan wisatawan terutama wisatawan nusantara ke kota berjarak sekitar 14 mil dari dari pesisir Kota Banda Aceh tersebut.

“Kami telah mengkomunikasikan dengan sejumlah Kementerian seperti Depdagri agar melaksanakan kegiatan di Sabang pada 2014. Selain itu juga berharap Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar ada agenda pariwisata skala nasional dan internasional yang dilaksanakan di Sabang lagi seperti Sabang International Regatta pada 2011 lalu yang melaibatkan yachter dari 9 negara,” tambahnya.

Sabang memiliki potensi wisata bahari dan telah dijadikan sebagai salah satu daerah tujuan wisata masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir atau pascatsunami melanda Aceh 26 Desember 2004.

“Wisatawan nusantara banyak datang dari Medan dan sudah ada MOU untuk meningkatkan aksesibilitas ke Sabang dengan Garuda Indonesia. Namun memang masih harus banyak pembenahan bandara Sabang yang bisa dilayani dengan pesawat jenis Fokker 28 dan panjang landasan yang baru mencapai 1850 meter,” kata Sofyan.

Sementara itu, Zulfi juga menambahkan bahwa sejak beberapa tahun terakhir masyarakat dari berbagai provinsi telah menjadikan Sabang sebagai salah satu daerah tujuan wisatanya. Wisatawan nusantara (wisnus) yang berkunjung ke sejumlah objek wisata di Kota Sabang di antaranya dari komunitas, selain keluarga dengan lama menginap wisatawan di Pulau Weh rata-rata tiga sampai empat hari.

“Sabang memiliki potensi wisata bahari dan surga bagi para penyelam bahkan rumah sakit di Sabang sudah memiliki dua fasilitas hyperbaric chamber untuk mengatasi decompression sickness dari para penyelam yang mengalami dekompresi secara cepat akibat terlalu cepat naik kepermukaan,” kata Zulfi.

Kota Sabang sebelum perang dunia II adalah kota pelabuhan terpenting dibandingkan Tamasek (sekarang Singapura). Namun setelah status Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas dicabut pada tahun 1985, tempat ini menjadi sepi oleh kapal-kapal dan pengunjung. Bahkan setelah dicanangkan kembali Sabang sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas pada tahun 2000

Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas ditutup kembali pada tahun 2004 dikarenakan pada saat itu Aceh ditetapkan sebagai Daerah Darurat Militer. Sabang kini bangkit dengan wajah baru sebagai wilayah wisata bahari yang patut diperhitungkan di Asia Tenggara, bahkan didunia. | Hilda Sabri Sulistyo