“Nasi Goreng Setan” Sukses Lewat Promosi WOM

SUDAH sering kita mendengar Word of mouth (WOM), pola dari promosi ini memang terbilang masih sangat diperhatikan oleh mereka yang punya usaha kecil menengah atau bahkan pemilik usaha besar, karena kekuatan utama adalah kabar dari mulut ke mulut.

Coba Anda bayangkan, apa yang menarik dari kalimat “Nasi Goreng Setan”? Tentunya Anda secara insting akan berpikir soal nasi yang digoreng lalu disajikan kepada konsumen.

Tapi promosi tidak saja berkutat dari insting seseorang, melainkan juga lebih dalam pada perihal kenapa julukan kuliner yang tersebut bisa sedemikian suram.

Dialah Erlina Sari atau yang biasanya disapa Buk Lin, usaha nasi goreng gerobak yang digelutinya kini menjadi kuliner yang hit dikalangan pecinta kuliner di Kota Banda Aceh. Pasalnya, nasi goreng Buk Lin sudah mendapatkan pasar dengan segmentasi tertentu serta sebutan yang popular, yakni nasi goreng setan.

Nasi Goreng Setan Buk Lin (Foto Alfath Asmunda)Buk Lin mengaku, nasi gorengnya ini terkenal bukan karena inisiatif pribadi, melainkan juga datang dari pelanggan setianya.

“Bukan saya yang memberi nama nasi goreng ini “nasi goreng setan”. Nama itu datangnya dari pelanggan-pelanggan saya setelah mencicipi nasi goreng ini lalu kepedasan. Maka mereka sebut nasi goreng ini benar-benar setan,” kenangnya sambil tertawa.

Strategi Merek “Nasi Goreng Setan”

Steve Jobs pernah mengatakan, “Kami percaya, orang-orang dengan gairah, bisa mengubah dunia menjadi lebih baik… dan orang-orang yang cukup gila untuk berpikir bahwa mereka bisa mengubah dunia, mereka benar-benar melakukannya.”

Semangat dari usaha kuliner nasi goreng Buk Lin memang menarik sekali, walau terbilang masih kecil-kecilan namun mampu meraup omzet hingga Rp 15 juta per bulan.

Dengan ramuan bumbu khas dan juga level kepedasan yang ditawarkan dari nasi goreng setan ini, Buk Lin mampu untuk meyakini pembeli untuk setia dengan masakannya tersebut.

Ini mirip dengan konsep produk yang biasanya kita temukan, meyakini diri sendiri bahwa produk Anda adalah yang terbaik. Setelah itu, gunakan rasa antusiasme Anda terhadap produk untuk memperkenalkan hebatnya produk Anda. Pemberian sugesti seperti ini sangat penting untuk membangun merek.

Awalnya mungkin publik tidak tahu tentang produk Anda, tapi karena Anda bercerita dengan sangat antusias, lama kelamaan mereka jadi penasaran lalu mencoba. Dan karena produk Anda dibuat untuk menjadi yang terbaik, pelanggan pun tidak kecewa bahkan ikut merekomendasikannya. Inilah cara membangun merek dengan metode word of mouth dan Buk Lin salah satu wanita wirausaha (entrepreneur) yang berhasil lewat WOM.