Dayah Entrepreneur, Solusi Pendidikan Alternatif

Peresmian Dayah Entrepreneur SMK ASD Foundation_Foto TARMIZI A. GANILEMBAGA pendidikan alternatif, Dayah Entrepreneur SMK-Acheh Strategic Development (ASD) Foundation yang terletak di Gampong Beunyot, bekas komplek Dayah Darul Aitami Beunyot Kecamatan Juli Bireuen, Selasa (17/3/2015) lalu di resmi diluncurkan.

Peresmian kehadiran Dayah Entrepreneur tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bireuen H Ruslan M Daud dan sejumlah tamu undangan dari berbagai unsur, seperti ulama, tokoh masyarakat, dan muspida kabupaten dan kecamatan setempat.

Dalam kata sambutanya, Bupati Bireuen mengatakan, ada sejumlah lembaga pendidikan di Aceh khususnya di Bireuen menerapkan jalur formal dan jalur dayah, baik salafi, dayah terpadu/modern. Untuk menjembatani, untuk dua jalur pendidikan tersebut, maka lahirnya dayah seperti dayah entrepreneur ini sangatlah dibutuhkan. Sehingga bisa menjawab tantangan jaman, yang menggabungkan pendidikan agama dan wirausaha.

“Ini akan menjawab kebutuhan masyarakat khususnya Bireuen dalam perkembangan ekonomi berbasis syariat. Diharapkan dapat mencegah liberalisasi serta berkembangnya aliran sesat,” sebutnya.

Pemerintah Kabupaten Bireuen, kata dia, sangat mendukung keberadaan dayah tersebut. Ini sejalan dengan program Pemkab Bireuen yaitu menuju kota santri 2018 serta Bireuen sebagai Negeri 1001 dayah.

“Pemerintah Bireuen sangat mendukung kehadiran Dayah Entrepreneur SMK ASD Foundation, ini searah dengan program yang sedang dijalan Bireuen sebagai Kota Santri Nusantara pada tahun 2018 nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Pembina Dayah Entrepreneur SMK ASD Foundation, Tgk Nasruddin bin Ahmad dalam sambutanya menyebutkan, pendirian Dayah Entrepreneur tersebut bertujuan untuk menjaga dan menyelamatan perdamaian. Karena menyelematkan perdamain tak cukup dengan slogan sematan atau ganti-ganti kepemimpinan.

Penandatanganan Perjanjian Kerjasaama Program Pendidikan Antara Dinas PK Kab Bireuen dengan ASD Foundation (IST)

“Pergantian kepemimpinan tak menjamin keberhasilan,” sebut mantan juru runding GAM tersebut.

Karena itu, pihaknya hadir dengan lembaga pendidikan alternatif, yang memanfaatkan aset dan bangunan yang terbengkalai untuk menghasilkan kader yang mandiri, menjadi pemberi bukan peminta-minta atau pengemis.

“Kehadiran dayah entrepreneur menjadi solusi pendidikan alternatif, kami butuh dukungan semua pihak, karena kami tahu ini sangat berat,” sebut pecinta kopi ini.

Peresmian Dayah Entrepreneur serta Peluncuran Kitab Metode Belajar Praktis Matan Il Quyah Wataqrib

Peresmian Dayah entrepreneur tersebut juga ditandai dengan penandatangan kesepakatan kerjasama anatar pihak ASD Foundation dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen. Selain itu juga serahterima aset Yayasan Darul Aitam, yang diwakili Pembina Yayasan Drs H Mustafa A Glanggang kepada ASD Foundation dengan pembinanya Tgk Nasruddin Bin Ahmad. | Tarmizi/Aul