Daily Yogurt, Mulai dari Keracunan Hingga Menyegarkan

Saudagara muda Mukhlis RamadhanBERAWAL dari modal sebuah meja untuk berjualan dan peralatan pinjaman seadanya, siapa sangka pria asal Langsa, Mukhlis Ramadhan akhirnya bisa mewujudkan mimpinya untuk berwirausaha dengan minuman sehat lagi menyegarkan.

Peruntungannya Mukhlis didunia usaha minuman, yang diberi nama “Daily Yogurt” atau sering disingkat Daiyo masih terbilang baru, yakni sekira Mei 2013 silam.

Mukhlis tidak sendiri, bersama teman-temannya sekampus di program studi Biologi, dia memberanikan diri untuk menjajalkan yoghurt, dari hasil ilmu yang didapatkan dibangku kuliah.

Uji coba dan eksperimen Mukhlis soal minuman yogurt terbilang tidak mulus, pasalnya beberapa kali mereka sempat keracunan disaat meramu campuran untuk menghasilkan yogurt yang enak dan segar, dan hasilnya pun berbuah manis disaat eksperimen tersebut menghasilkan varian rasa baru di yogurt.

“Waktu itu kami hanya dapat ilmu dari mata kuliah, kami tertarik mencoba. Beberapa dari kami sempat keracunan, karena bahan yang kami campurkan tidak sesuai, tapi Alhamdulillah kami terus belajar dan sukses menghasilkan minuman menyegarkan,” paparnya.

Berkat keyakinan dan usaha terus-menerus, akhirnya usaha Mukhlis ini menemui jalan terang. Omzet yang diperoleh sehari-hari awalnya 300 ribu dan terus meningkat hingga mencapai 50 juta per tahun, sehingga ia berhasil membuka beberapa outlet di Banda Aceh dan juga di Kota Lhokseumawe.

Makanan Junk Food Tidak Sehat

Ada cerita menarik dari kisah Mukhlis memulai usaha minuman Daiyo, selain sempat didera keracunan saat mengolah yogurt, ia juga ternyata penggemar makanan junk food.

“Bukan rahasia lagi, bahwa makanan ringan, cepat saji yang lebih dikenal junk food mengandung banyak kerugian untuk tubuh kita. Dari situ pula saya memilih yogurt sebagai minuman penetralisir, besar harapan masyarakat juga bisa gemar minum susu,” harapnya.

Menurut Mukhlis, selain yogurt baik untuk kesehatan dan mengandung antioksidan, yogurt juga mengandung susu sebagai bahan utamanya.

 

Usaha yogurt karya Mukhlis Mahasiswa Unsyiah“Banyak pelanggan outlet saya menyambut baik produk Daiyo ini, untuk masalah pencernaan dan kolestrol mereka tidak khawatir lagi. Dan saya optimis usaha saya ini bisa terus berkembang,” kisah mahasiswa Fakultas MIPA Unsyiah tersebut.

Mukhlis juga menambahkan, ia sempat trauma dengan penyakit kolestrol, salah satu penyebabnya, ia harus rela kehilangan orangtuanya. Pengalaman buruk yang dialami oleh Mukhlis inilah yang membuatnya semakin ingin mengenalkan minuman sehat bebas kolestrol kepada masyarakat lewat yogurt.

Sebagai usaha minuman yang masih terbilang baru di Aceh, Mukhlis menaruh banyak harapan dengan kehadiran yogurt ini.

“Mengingat masyarakat Indonesia khususnya Aceh yang minat mengkonsumsi susu sangat kurang, saya punya keinginan untuk menjadikan yogurt ini salah satu minuman favorit yang menyehatkan dan dapat dijangkau dengan harga yang pas dikantong,” harap finalis Wirausaha Muda Mandiri (WMM) yang lolos ke Wilayah I Sumbagut ini.

Tak hanya itu, soal bisnis yogurt kedepan, Mukhlis pelan-pelan telah menyiapkan sejumlah rencana bagi kelangsungan usaha dan harapannya tersebut. “Kedepannya kita sudah ada rencana untuk membuat SOP bisnis yogurt ini dan tidak tidak menutup kemungkinan bisa kita kembangkan juga dengan sistem bisnis waralaba,” tutupnya. | Chera Ayarizki/Aul