World Islamic Tourism Diluncurkan, Banda Aceh Bidik Wisman Muslim

Launching Banda Aceh World Islamic Tourism (Foto IMAPA Jakarta)

KOTA Banda Aceh diluncurkan sebagai destinasi Wisata Islami Dunia (World Islamic Tourism) yang berlangsung di Balairung Soesilo Sudarman, Kemenpar Jakarta, Selasa (31/3/2015).

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata khususnya membidik turis dari tiga negara, yakni dari Timur Tengah, Malaysia dan China.

Selain peluncuran Banda Aceh sebagai destinasi World Islamic Tourism, juga ada penandatanganan MoU antara Pemkot Banda Aceh dan Pacific Asia Travel Association (PATA) Indonesia Chapter.

“Kita berani nggak menyegmen dan menarget market? Turis Malaysia lebih banyak ke Bandung daripada ke Aceh padahal lebih jauh. Mereka cari fashion dan food di Bandung,” ujar Menpar, Arief Yahya.

Menurut Arief, Aceh juga punya potensi wisata kuliner dan fashion tapi belum dieksplor. Kata Arief, potensi wisatawan muslim China dan Timur Tengah juga besar.

“Muslim China juga banyak. Kita juga punya 200 ribu turis Timur Tengah, mereka malah perginya ke Puncak,” papar Arief.

Arief mengatakan Pemkot Banda Aceh perlu memikirkan produk wisata apa yang cocok untuk turis Malaysia, China dan Timur Tengah. Menurut dia, Aceh tidak punya masalah infrastruktur jalan karena cukup bagus. Banda Aceh tinggal rajin melakukan branding dan promosi.

“Tinggal dijodohkan destinasi apa, produknya apa untuk turis yang mana. Infrastruktur Aceh bagus setelah rekontruksi, tak ada masalah dengan akses,” jelas Arief.

Banda Aceh World Islamic Tourism (Foto @gembolransel)

Tari ratoh jaroe di acara peluncuran Banda Aceh World Islamic Tourism (Foto @gembolransel)

Menurut Arief, wisatawan Muslim dunia yang ke Indonesia sekitar 2,4 juta orang. Angka itu seseuai rata-rata kunjungan Muslim dunia. Seharusnya angka ini bisa lebih besar karena Indonesia adalah negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia?.

“Indonesia destinasi besar dengan penganut Islam besar. Mestinya kunjungan wisatawannya juga besar,” kata dia.

Hal senada dikatakan CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswopresetijo.? PATA melihat Aceh begitu kaya potensi wisata dan syariat Islam. Ini sangat tepat utk dipromo oleh PATA selaku asosiasi travel agent Asia Pasifik.

“Banda Aceh bersedia bikin MoU dengan PATA agar bisa jadi destinasi tingkat dunia?. Pasar Timteng n Malaysia belum digarap dengan baik. Jadi ada Timteng, Malaysia, muslim China, Eropa juga. Belanda tidak dilupakan karena faktor sejarah,” kata Poernomo. | Fitraya Ramadhanny/Aul