Festival Kopi Gayo 2015 Berlangsung Meriah

SAVE The Children bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Propinsi Aceh, menggelar Festival Kopi Gayo tahun 2015 yang mengangkat tema “Kopi Gayo Terunik di Indonesia kini milik dunia” berlangsung meriah yang digelar di Gedung Olah Raga dan Seni (GORS), Simpang Tiga Redelong, Kecamatan Bukit, Rabu-Kamis (22-23/4/2015).

Century Office Save the Children Internasional Indonesia Ricardo Caivano mengatakan, tujuan diselenggerakan Festival Kopi Gayo untuk mempromosikan kepada masyarakat nasional maupun internasional, serta upaya meningkatkan produksi serta kualitas kopi, yang dilakukan mulai dari pemerintah daerah hingga para petani.

“Harapan kita kegiatan ini dapat memotivasi para petani, dalam memproduksi dan meningkatkan kualitas kopi, serta dapat terbinanya kerjasama yang baik pada semua lini yang berkaitan dengan bidang perkopian,” kata Ricardo.

Sementara itu Bupati Bener Meriah Ruslan Abdul Gani menyebutkan, Festival Kopi Gayo merupakan kegiatan prestisius untuk meningkatkan taraf hidup petani kopi, mengingat kopi yang tumbuh pada 46.000 hektar lahan di daerah itu, merupakan mata pencaharian utama masyarakat dan Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Bumi Musara Pakat tersebut.

“Jika kita rata-rata jumlah produksi sekitar 730 kilogram perhektar pertahun atau setara dengan 33 Juta Rupiah lebih pertahun, jika seperti saat ini harga kopi seharga 50 ribu rupiah maka kita akan mendapatkan sekitar 1,6 trilyun pertahunnya,” jelas Ruslan.

Biji kopi dari kebun percobaan Gayo Bener Meriah (Foto M Iqbal)

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Aceh yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Zulkifli mengatakan, atas nama Pemerintah Aceh, mengucapkan terimakasih atas undnagan menghadiri kegiatan tersebut.

“Kami yakin melalui festival ini, bukan hanya penting untuk memperkenalkan kopi Gayo ke seluruh dunia, tapi juga mengundang daya tarik wisatawan,” ujarnya.

Harapan pemerintahan Aceh lanjutnya lagi, Pemkab Bener Meriah tidak hanya mengembangkan kopi Gayo sebagai sumber ekonomi rakyat, tapi juga menjadikan kawasan perkebunan sebagai tujuan wisata.

Diakhir sambutannya, Zulkifli menambahkan Pemerintah Aceh sangat mendukung pelaksaanaan festifal kopi Gayo ini, sebab, perkebunan kopi di wilayah Bener Meriah tidak lagi hanya sekedar sebuah usaha, tapi juga asset budaya dan kebanggaan Aceh.

Dalam Kegiatan Festival Kopi Gayo 2015 dilaksanakan berbagai kegiatan yang seluruhnya terkait tentang kopi diantarnya Orasi ilmiah, Talk show, Pameran dan minum kopi massal sebanyak 1.500 cup atau gelas, yang dilakukan secara bersama-sama. | RRI/LG