Tour de Coffee Forum Raih Kontrak Pembelian USD 11,5 Juta

Gonseng-Kopi_antaraKANTOR Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei bersama dengan Taiwan Coffee Association mengadakan kegiatan Tour de Coffee Forum mengelilingi wilayah Jawa Timur dan Bali untuk mengenal kopi daerah asalnya. Dari kegiatan tersebut dihasilkan kontrak pembelian kopi senilai US$ 11,5 juta.

Kepala KDEI Taipei Arief Fadhilah di Jakarta, Rabu (19/8/2015) mengatakan, melalui kegiatan tersebut pembeli bertemu tatap muka dengan 11 eksportir kopi Indonesia anggota Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI) Jawa Timur. Para pengusaha Taiwan jadi lebih mengenal daerah asal kopi yang dibelinya dan cara tersebut efektif untuk meningkatkan ekspor kopi ke Taiwan.

Dengan adanya kegiatan tersebut, para pembeli dapat melihat langsung proses panen kopi, sortir buah kopi yang dipetik, pengolahan kopi, sampai penjemuran dengan tingkat kekeringan 12 persen di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII yang berada di Jampit, Bondowoso, Jawa Timur di ketinggian 1.200 mdpl.

Arief menambahkan jika para pengusaha Taiwan tidak hanya terkesan dengan manajemen perkebunan dan proses pengolahan kopinya saja, namun para pembeli kopi dari Taiwan itu juga tertarik untuk bertransaksi langsung dengan PTPN XII karena selama ini mereka banyak menggunakan pihak ketiga.

Berdasarkan hal tersebut, Arief mengaku optimis akan terjadi peningkatan ekspor kopi Indonesia langsung ke Taiwan pada 2015 dan 2016 mendatang, karena kegiatan Tour de Coffee akan dilanjutkan pada tahun 2016 dengan tujuan perkebunan kopi yang ada di Mandheiling, Sumatera Utara dan Malabar, Pengalengan, Jawa Barat.

Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan sebagai bentuk promosi terhadap komoditas unggulan Indonesia ini. Diharapkan kegiatan seperti ini bisa diikuti oleh KDEI yang ada di negara lain sehingga mampu mendorong peningkatan ekspor kopi Indonesia, terlebih kopi Indonesia sudah terkenal dengan rasa dan aromanya yang khas.

Berdasarkan data GAEKI Jawa Timur, ekspor kopi Jawa Timur pada semester pertama tahun 2015 mengalami pertumbuhan sebesar 14 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu menjadi 35.464 ton. Dua negara tujuan ekspor kopi Jawa Timur yaitu Rusia dan Tiongkok.

Sebelumnya Indonesia berhasil meraih julukan baru di dunia internasional yaitu sebagai surga kopi dunia karena didukung dengan banyaknya varian kopi asal Indonesia. Julukan tersebut berhasil diperoleh setelah mengikuti pameran Specialty Coffee Association of America (SCAA) yang sukses berlangsung pada 9-12 April 2015 di Seattle, Amerika Serikat (AS).

Dengan adanya predikat baru untuk Indonesia itu, diharapkan mampu mendongkrak ekspor kopi Indonesia ke Amerika Serikat. Negara Paman Sam itu memang menjadi tujuan utama ekspor kopi Indonesia, selain juga ekspor kopi ke pasar Eropa seperti Jerman, Italia dan Inggris. | Akbar Buwono