Indonesia Targetkan Industri Kreatif Tumbuh 12 Persen Sampai 2025

Basha Market bertajuk Basha Arcade - Mad LabDATA yang dirilis oleh Kementerian Perindustrian pada tahun 2014 menunjukkan bahwa industri kreatif tumbuh hingga 7 persen per tahun. Selain itu, tercatat ada 3,4 juta pekerja industri kreatif yang ada di Indonesia.

Pemerintahan Jokowi-JK bahkan menargetkan terjadinya kenaikan pertumbuhan dari 7 persen menjadi 12 persen dalam sepuluh tahun di tahun 2025. Jika industri kreatif bertumbuh dan terkelola dengan baik, diharapkan dapat memberikan dampak yang positif dalam pertumbuhan ekonomi negara secara makro.

Anak muda yang berinovasi dan berkreasi merupakan tulang punggung ekonomi kreatif, karena mereka dapat mendorong tumbuhnya industri lebih besar lagi. Sebuah perusahaan kreatif asal Surabaya, Benchmark, menghadirkan rangkaian Basha Market bertajuk Basha Arcade – Mad Lab, sebuah bazar tematik yang mengkurasi brand lokal buatan anak muda yang inovatif dan kreatif terkait fesyen, kuliner, dan gaya hidup.

Benchmark mengkurasi lebih dari 90 brand terpilih yang merancang sekaligus membuat produk mereka sendiri, serta belum memiliki toko offline. Hal ini dilakukan karena Benchmark ingin mendukung perusahaan rintisan kreatif untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

“Kami menyadari bahwa potensi kreativitas anak muda Indonesia sangatlah besar. Kami ingin mewadahi mereka karena kami yakin brand lokal Indonesia bisa mendapatkan tempat di pasar global. Karena kami ingin mengedukasi masyarakat luas bahwa produk buatan anak muda Indonesia tidak kalah kualitasnya dengan brand internasional,” ujar Christie Erin Harsono, Co-Founder Basha, Selasa (1/9/2015).

Tidak hanya menghadirkan brand lokal terkurasi, Basha Arcade juga menghadirkan TATARUPA, sebuah program yang mempertemukan desainer terpilih dengan UKM untuk berkolaborasi membuat kemasan produk dengan desain dan logo yang menarik. Program yang diinisiasi oleh Kreavi.com, sebuah jejaring kreatif desainer visual Indonesia, ini bekerjasama dengan Pahlawan Ekonomi, program UKM binaan Pemkot Surabaya.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Surabaya, sebagai kota dengan perekonomian kedua terbesar di Indonesia, memiliki potensi pasar industri kreatif yang besar. Kami ingin mengembangkan dan mempromosikan berbagai talenta lokal yang berbakat, karena sekarang adalah saatnya anak muda Surabaya tampil dan berkibar,” imbuh Devina Sugono, Co-Founder Basha. | Anik Hasanah