Disbudpar Aceh Latih Pemandu Wisata Berbahasa Arab

SEJAK ditetapkan sebagai salah satu dari enam destinasi wisata halal, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh mulai melakukan persiapan terkait SDM.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI bekerja sama dengan Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI), Disbudpar Aceh mengadakan pelatihan pemandu wisata yang cakap berbahasa Arab di Hotel Oasis Banda Aceh mulai 30 Mei – 3 Juni 2016.

“Materi pelatihan berupa teknik memandu, pelayanan, budaya Arab, dan informasi yang menjadi objek daya tarik wisata. Usai 3 hari pembekalan materi, peserta akan mempraktekkannya langsung mulai menyambut tamu di bandara, hotel, objek wisata, hingga kepulangan,” papar Kabid Pengembangan Destinasi Disbudpar Aceh, Irmayani, Senin (30/5/2016).

Sebanyak 50 calon pemandu berasal dari Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) dan lulusan Ponpes di Banda Aceh. Kebanyakan adalah lulusan S-2 yang akan diikutkan untuk mendapat sertifikasi pemandu.

Hal itu dimaksudkan agar Aceh bisa memberikan pelayanan prima terhadap wisatawan. Kemenpar RI menyasar wisatawan Timur Tengah untuk destinasi wisata halal tersebut.

“Perlu adanya kesiapan daerah. Di sini pemandu harus bisa menahan wisatawan agar lebih banyak menghabiskan waktu. Untuk bisa memberikan pelayanan yang baik harus tahu bagaiamana rasanya dilayani dengan baik,” terang Asisten Deputi Pengembangan SDM Kepariwisataan, Dr Wisnu Bawa Tarunajaya.

Tahun ini Aceh mendapat 1.000 kuota sertifikasi SDM dari Kemenpar RI. Sebelumnya Disbudpar Aceh juga sudah menggelar pelatihan kuliner, pengelolaan objek wisata, perhotelan, hingga penyusunan paket wisata. | Nurul Hayati